Akulah lelaki, dan kamu
perempuan. Aku separuh tanpamu, kamu pun separuh tanpaku. Akan menjadi satu
utuh jika kita bersama. Disatukan oleh ikatan sah pernikahan. Ikatan suci yang
akan membawa hubungan kita menjadi penuh berkah.
Sayangku, dimanakah kamu berada? Saat
ini mungkin aku masih belum tahu, karena sosokmu masih misteri. Satu hal yang
kuyakini pasti, kamu adalah cerminan diriku. Kamu adalah separuh diriku yang
masih terpisah dariku, yang akan kembali padaku entah bagaimanapun jalannya.
Kamulah yang selalu kusebut dalam percakapan panjangku dengan-Nya. Aku rindu
padamu, sangat merindumu. Aku ingin menjagamu, selamanya dalam dekapan cinta
suci. Aku ingin selalu menyayangimu dan mencintaimu tanpa akhir.
Bersabarlah sayang, akan tiba
saat dimana kita akan dipertemukan oleh-Nya. Dan saat kita bertemu nanti,
itulah saat yang paling tepat menurut-Nya. Saat itu, semua doa dan kesabaran
kita terjawab. Segala proses panjang yang tidak mudah, berakhir dengan indah
ketika aku dan kamu bisa merencanakan kehidupan bersama. Rencana yang akan
diiringi dengan senyum bahagia dari kedua orang tua kita, dan juga dari Yang
Maha Berkehendak tentunya.
Maafkan aku bila saat ini aku
belum bisa menyentuh hatimu. Bukan karena aku tak cinta, justru inilah caraku
membuktikan cintaku padamu. Untuk saat ini, aku lebih memilih diam dan cukup melihatmu
dari jauh. Menyimpan rapat perasaan yang bergelora di dada. Menitipkannya
melalui doa yang kupanjatkan. Kamu adalah seseorang yang menguatkanku untuk
selalu bersabar. Bukan secara langsung, bukan melalui ucapanmu, cukup melalui
perangaimu. Iya, perangai emasmu itu yang selalu bisa membuatku bertahan pada
prinsipku untuk senantiasa menjaga diri hanya untukmu. Aku ingin menjadi
seseorang yang layak untukmu, yang akan membuatmu bahagia. Akulah lelaki yang tak
akan menyakiti perasaanmu, karena jika aku menyakiti perasaanmu itu sama saja
aku menyakiti perasaan ibuku. Aku tidak mungkin melakukan itu, karena ibuku
adalah orang yang paling kuhormati di dunia ini. Ibu dan kamu adalah sepasang
bidadari di hidupku.
Aku sayang kamu, aku cinta kamu.
Bersabarlah sayang, saat ini aku masih mempersiapkan segalanya untuk
kebahagiaan kita bersama. Bersabarlah sayang, bersabarlah.
Salam dari jauh untukmu, sayangku.