Hidup adalah sebuah kisah.
Berjuta kisah. Iya, ada banyak kisah yang dilalui masing-masing orang. Kisahku
dan kisahmu tentu saja berbeda. Dimana letak perbedaannya? Perbedaan kisah
antara aku, kamu, dia dan mereka ada di tokoh utama dalam kisah tersebut yang
tidak lain adalah diri kita sendiri. Kamulah yang menentukan jalan hidupmu. Kamulah
yang akan mengukir kisah hidupmu sendiri. Kisah seperti apa yang ingin kamu
ukir dalam hidup, yang dapat membuat orang bisa mengenangmu ketika kamu telah
tiada?
Berbicara tentang hidup, tak akan
jauh dari tujuan hidup. Tentang apa yang ingin dicapai dalam hidup. Tentang
impian dan harapan. Tentang cinta dan cita. Dan hidup seringkali berawal dari mimpi
atau impian. Sebuah angan yang tidak nyata, hanya ada di benak saja, namun
mempunyai arti yang sangat penting. Impianlah yang akan membawamu selangkah
lebih maju, mengajakmu untuk menyusun berbagai macam rencana untuk dapat
mewujudkannya menjadi nyata. Dengan berpedoman pada rencana hidup, kehidupan
akan lebih terarah. Apakah sama kehidupan yang direncanakan dengan kehidupan
yang dijalani begitu saja, kehidupan yang hanya dibiarkan mengalir seperti air?
Ketahuilah, air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah.
Bermimpilah kawan! Bermimpilah
yang tinggi! Apapun mimpimu, perjuangkanlah. Dan jika kamu menemui masa sulit
dalam upayamu mewujudkan mimpi, ingatlah orang-orang yang kausayangi. Mereka
yang menyayangimu sangat ingin melihatmu bahagia, melihatmu sukses mulia.
Sukses yang memberikan manfaat untuk sekitar. Tidakkah kamu ingin melihat
senyum bahagia di wajah kedua orangtuamu, saudara-saudaramu, dan
sahabat-sahabatmu ketika kamu sukses? Sebuah kebahagiaan yang tak terkira akan
kau rasakan ketika melihat mereka tersenyum karenamu, karena prestasi dan
pencapaian yang kamu raih.
Kehidupan di dunia ini hanyalah
sementara dan sangat amat terlalu singkat. Bahkan orang jawa banyak yang
mengibaratkan “urip nang ndunya kuwi kur mampir ngombe”, “hidup di dunia cuma
seperti mampir untuk minum”. Sangat singkat, sangat cepat, dan setelah itu
kehidupan abadi menanti kita. Kehidupan di akhirat. Manfaatkan waktu singkat di
dunia untuk berbuat kebaikan. Mari kita berlomba dalam kebaikan. Ketahuilah,
bahwa kehidupan di dunia ini pada hakikatnya adalah untuk mempersiapkan bekal
untuk kehidupan di akhirat. Prinsip ini seharusnya tertanam kuat dalam benak
dan hati kita, niscaya hidup kita akan lebih terarah dan lebih bermanfaat.
Salam sukses mulia untuk kita
semua!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar